CU LIKKU ABA RAIH PREDIKAT “CUKUP SEHAT” DAN LULUS UJI KELAYAKAN PENGURUS-PENGAWAS
Kabar gembira datang dari keluarga besar Credit Union Likku Aba (CULA). Pada Rabu malam, 29 Oktober 2025, pukul 20.00 WITA, CULA menerima Sertifikat Pemeriksaan Kesehatan Koperasi dengan predikat Cukup Sehat dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Pada kesempatan yang sama, CULA juga menerima sertifikat hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) bagi seluruh Pengurus dan Pengawas yang telah mengikuti proses penilaian pada 14 September 2025. Hasilnya sungguh membanggakan — semua Pengurus dan Pengawas dinyatakan LULUS.
Penyerahan kedua sertifikat ini dilakukan secara resmi oleh Nelciana Yulita Soruh, SE., M.Ak, Pejabat Fungsional Pengawas Koperasi Ahli Muda pada Dinas Koperasi, UKM Provinsi NTT. Dari pihak CU Likku Aba, Gabriel Tanggu, S.S., selaku Ketua Pengurus CU Likku Aba, menerima langsung sertifikat tersebut.
Turut hadir menyaksikan momen penting ini Arnoldus Yansen Mori Umma (Manajer CU Likku Aba), RD Eddy Sabatudung (Bendahara Pengurus I CU Likku Aba), dan Benediktus Ere (Anggota Pengawas CU Likku Aba). Acara berlangsung di Hotel Sinar Tambolaka, dengan suasana penuh syukur dan kebanggaan.
Pada kesempatan ini, Nelciana menyampaikan apresiasi atas keseriusan CU Likku Aba dalam membangun tata kelola koperasi yang sehat dan profesional.

“Predikat Cukup Sehat ini menunjukkan bahwa CU Likku Aba berada di jalur yang benar. Namun yang lebih penting adalah semangat untuk terus berbenah, menjaga transparansi, dan memperkuat pelayanan kepada anggota,” ujar Ibu Nelsi.
“Kami berharap CU Likku Aba menjadi contoh bagi koperasi lain dalam hal kepatuhan dan integritas kelembagaan.”
Sementara itu, Gabriel Tanggu, S.S., Ketua Pengurus CU Likku Aba, menegaskan bahwa hasil pemeriksaan dan UKK ini merupakan bagian dari komitmen CULA untuk terus tumbuh dalam semangat tanggung jawab dan profesionalitas.
“Kami bersyukur atas hasil ini. Ini adalah buah kerja keras bersama, baik pengurus, pengawas, maupun seluruh anggota,” ungkap Gabriel.
“Predikat Cukup Sehat ini bukan tujuan akhir, melainkan titik tolak untuk memperkuat legalitas, kepercayaan, dan pelayanan kepada anggota.”

CU Likku Aba yang berpusat di Tambolaka terus menunjukkan kiprah positif sebagai lembaga keuangan berbasis solidaritas dan pemberdayaan.
Dengan hasil pemeriksaan kesehatan dan kelulusan UKK ini, CU Likku Aba menegaskan tekadnya untuk melangkah lebih jauh — bukan hanya menjadi koperasi yang sehat secara administrasi, tetapi juga sehat secara nilai dan pelayanan, demi kesejahteraan bersama anggotanya.
Ketua Pengurus CU Likku Aba



