ROMO FREDY RANTE TARUK BERIKAN PENGUATAN BAGI AKTIVIS CU LIKKU ABA
Direktur Caritas Indonesia sekaligus Penasehat PUSKOPCUINA, RD Dr. Fredy Rante Taruk, berkunjung ke Credit Union Likku Aba (CULA) dalam rangkaian lawatannya ke Keuskupan Weeteebula. Acara yang berlangsung di Kota Tambolaka pada hari Minggu (21/9), pukul 15.00–18.00 WITA ini dihadiri sekitar 60 orang, terdiri dari perwakilan anggota, kelompok inti (Pokti), pengawas, dan pengurus CULA.
Dalam kesempatan tersebut, Romo Fredy membawakan penguatan dengan tema “Aktivis CU Likku Aba: Memperkuat Partisipasi dan Pemberdayaan Anggota.”
Apresiasi dan Dorongan
Romo Fredy mengapresiasi capaian CULA yang berhasil menunjukkan perbaikan laporan PEARLS secara konsisten selama delapan bulan terakhir, sejak Januari hingga Agustus 2025. Ia menilai hal ini sebagai tanda kerja keras aktivis dan komitmen anggota dalam memperkuat kelembagaan.
Beliau juga mendorong agar para penggerak atau koordinator komunitas teritori diberi nama sesuai dengan filosofi dan kearifan lokal. Identitas lokal, menurutnya, menjadi kekuatan CU Likku Aba yang lahir dari rahim Pulau Sumba. “Jangan kalah dengan CU lain yang datang dari luar pulau. CU Likku Aba harus menjadi CU yang terdepan di Sumba,” tegasnya.

Kemandirian dan Konsolidasi
Dalam pesannya, Romo Fredy mengingatkan agar setiap Tempat Pelayanan (TP) bersifat mandiri tanpa bergantung penuh pada kantor pusat, meskipun tetap dalam satu konsolidasi. Ia menekankan dengan ungkapan berulang: “Kalau berani jangan takut-takut, kalau takut-takut ya jangan berani.”
Ia juga menegaskan pentingnya membenahi komunitas teritori terlebih dahulu sebelum mengembangkan komunitas pemberdayaan, serta menghindari tumpang tindih pelaksanaan tugas antaraktivis. Jika terdapat praktik yang keliru, para aktivis diminta untuk berani merombak dan merapikannya kembali dengan strategi, taktik, dan pemikiran yang benar. “Orientasi kita adalah mensejahterakan anggota,” tambahnya.
Aktivis sebagai Pelayan
Romo Fredy mengingatkan bahwa aktivis adalah pelayan yang harus mengutamakan kepentingan anggota. Untuk itu, aktivis perlu dibekali dengan pelatihan agar mengenal lebih baik wilayah dan anggota yang dilayani.
Ia juga meneguhkan semangat perjuangan jangka panjang: “Kita harus berani memperjuangkan dari sekarang. Mungkin sekarang kita tidak langsung menikmati hasilnya, tetapi masyarakat dan anak cucu kita akan menikmatinya.”
Kesan Peserta
Salah satu peserta, Ibu Yubi Pandarangga, menyampaikan kesan positifnya. Menurutnya, pertemuan sore itu sangat bermanfaat karena menambah pengetahuan tentang tugasnya sebagai Pokti. “Penguatan seperti ini memperkuat pondasi pemahaman sebelum melakukan pelayanan kepada anggota,” ungkapnya.
Ibu Yubi juga memberi pesan agar kegiatan serupa terus dilakukan oleh CULA. “Kegiatan penguatan aktivis seperti ini, entah itu diklat, ceramah, atau sharing, perlu terus dilakukan, dan lebih baik bila dilakukan secara luring,” tambahnya.

Semangat Baru
Kehadiran Romo Fredy memberi energi baru bagi para aktivis CU Likku Aba. Pesan-pesannya tidak hanya meneguhkan identitas kelembagaan, tetapi juga menegaskan kembali misi utama CULA: pemberdayaan anggota berbasis komunitas teritori.
Penulis: Gabriel Tanggu
Ketua Pengurus CU Likku Aba
Ketua Pengurus CU Likku Aba



