Selamat Datang di Credit Union Likku Aba

OPINI

PERAN STRATEGIS PENDAMPING PKH, PENDAMPING DESA, DAN AKTIVIS LSM DALAM PERTUMBUHAN DAN PEMBERDAYAAN ANGGOTA DI CU LIKKU ABA

Share:
PERAN STRATEGIS PENDAMPING PKH, PENDAMPING DESA, DAN AKTIVIS LSM DALAM PERTUMBUHAN DAN PEMBERDAYAAN ANGGOTA DI CU LIKKU ABA

        CU Likku Aba memiliki sejumlah anggota yang berprofesi sebagai pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), pendamping desa, maupun aktivis LSM. Mereka adalah aset berharga bagi CU Likku Aba, karena pengalaman, jejaring, dan kiprah mereka di masyarakat menjadi kekuatan strategis dalam mendorong pemberdayaan berbasis pendekatan Asset Based Community Development (ABCD), sekaligus memperluas pertumbuhan anggota baru. Dengan posisi unik ini, mereka mampu menjembatani potensi keluarga, komunitas, dan sumber daya CU, sehingga pemberdayaan dapat terwujud secara nyata, berkelanjutan, dan berdampak luas.

        Hanya dalam waktu singkat setelah mengikuti pelatihan ToT ABCD yang diselenggarakan pada tanggal 4 s.d. 6 September 2025 di Hotel Sinar Tambolaka–Sumba Barat Daya, beberapa di antara mereka telah menunjukkan hasil nyata dengan berhasil merekrut banyak anggota baru. Hal ini menjadi bukti sekaligus penguat bahwa keberadaan para pendamping dan aktivis tersebut benar-benar strategis. Melalui jejaring sosial, inisiatif, serta interaksi mereka di tengah masyarakat, CU Likku Aba dapat memperluas jangkauan pelayanan, memperkuat pemberdayaan anggota, sekaligus meningkatkan pertumbuhan organisasi.

        Salah satu kegiatan rutin Pendamping PKH adalah mengadakan P2K2 (Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga), di mana para pendamping mengumpulkan keluarga penerima manfaat PKH untuk belajar mengelola keuangan, mengoptimalkan usaha kecil, merawat kesehatan, dan mendukung pendidikan anak. Melalui P2K2 ini, pendamping PKH berperan strategis dalam membimbing keluarga, membantu mereka menyadari dan memanfaatkan aset yang dimiliki, membangun jejaring sosial, serta menjadi lebih mandiri dan tangguh menghadapi tantangan. Kegiatan ini juga membuka peluang bagi CU Likku Aba untuk merekrut anggota baru yang termotivasi memanfaatkan layanan CU. Dengan dukungan para pendamping, P2K2 tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menghasilkan pemberdayaan nyata yang berkelanjutan.

        Sementara itu, pendamping desa dan aktivis LSM yang menjadi anggota CU Likku Aba juga memainkan peran penting dalam pemberdayaan komunitas. Mereka memfasilitasi penguatan kapasitas masyarakat di tingkat desa, mengidentifikasi potensi lokal, dan menghubungkan komunitas dengan sumber daya yang tersedia. Kehadiran mereka memperluas jangkauan pemberdayaan, memperkuat jejaring sosial, mendorong anggota dan masyarakat untuk bertindak berdasarkan aset yang ada, serta membuka peluang bagi pertumbuhan anggota baru, sesuai prinsip ABCD.

Seorang Pendamping PKH merekrut anggota baru di Desa Bukambero-Kecamatan Kodi Utara

        Dalam perspektif ABCD, anggota CU dengan latar belakang ini memiliki peluang strategis untuk:

•          Menemukan aset tersembunyi dalam keluarga dan komunitas, seperti lahan, keterampilan, ternak, jaringan sosial, atau kearifan lokal yang diwariskan.

•          Memfasilitasi kegiatan berbasis aset, sehingga anggota keluarga atau warga belajar memberdayakan kekuatan mereka sendiri, bukan sekadar menunggu bantuan.

•          Menghubungkan anggota dan komunitas dengan layanan CU Likku Aba, seperti simpanan, pinjaman, dan pelatihan, sehingga aset yang ada diubah menjadi aksi nyata yang bermanfaat.

•          Meningkatkan pertumbuhan anggota CU, melalui jaringan, rekomendasi, dan motivasi anggota baru untuk bergabung dan berpartisipasi aktif dalam program pemberdayaan.

        Keberadaan anggota CU dengan latar belakang ini menciptakan sinergi yang kuat: CU tidak hanya menyediakan produk keuangan, tetapi juga menjadi motor pemberdayaan komunitas dan pertumbuhan anggota. Setiap pertemuan atau aktivitas yang dibimbing dengan pendekatan ABCD menjadi titik awal perubahan: keluarga dan komunitas lebih percaya diri, aset yang dimiliki dioptimalkan, harapan menjadi nyata, dan anggota baru termotivasi untuk bergabung.

        Seperti sabana Sumba yang tampak kering tetapi menyimpan tanah subur, setiap keluarga dan komunitas memiliki potensi yang menunggu disentuh. Anggota CU yang juga pendamping PKH, pendamping desa, dan aktivis LSM menjadi agen perubahan, menyalakan keyakinan bahwa perubahan dimulai dari apa yang sudah ada.

Seorang Pendamping PKH merekrut anggota baru di Desa Kalembu Kaha-Kecamatan Kota Tambolaka

        CU Likku Aba, dengan dukungan anggota-anggota ini, menunjukkan bahwa pemberdayaan bukan sekadar teori, tetapi tindakan nyata. Dari aset kecil lahirlah harapan besar, dari langkah sederhana tumbuh kesejahteraan nyata. Di sini, anggota belajar bahwa kekuatan untuk berubah selalu berada di tangan mereka sendiri, dan bahwa setiap langkah, sekecil apapun, memiliki arti dan dampak.

        Akhirnya, pada kesempatan ini, sebagai Ketua Pengurus CU Likku Aba, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih yang tulus kepada Bapak/Ibu Pendamping PKH, pendamping desa, dan aktivis LSM yang dalam satu minggu terakhir telah berhasil merekrut anggota baru bagi CU Likku Aba. Dukungan dan kontribusi Bapak/Ibu sangat berarti bagi pemberdayaan anggota dan komunitas. Kami juga memohon dukungan secara kontinu, agar sinergi ini dapat berkembang lebih luas dan berkelanjutan.

        Saya menghimbau manajemen CU Likku Aba, terutama Bagian Pemberdayaan, untuk menjalin kerja sama dengan anggota lain yang memiliki profesi serupa: mengajak, memberdayakan, dan menjadikan mereka mitra strategis dalam perekrutan anggota dan program pemberdayaan berbasis ABCD. Dengan begitu, CU Likku Aba tidak hanya menjadi lembaga keuangan, tetapi juga motor perubahan dan pemberdayaan masyarakat di Pulau Sumba.

 

Penulis: Gabriel Tanggu

Ketua Pengurus CU Likku Aba

Author Image

Ketua Pengurus CU Likku Aba

Artikel Terkait: